Tabel 3.1 Aspek Penilaian Kinerja Kepala Sekolah

Tabel 3.1 Aspek Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
No.
Komponen
Penilaian
Aspek/Dimensi
Penilaian
Sub Aspek dan Indikator
1.
Pelaksanaan
Tupoksi
1. Supervisi
2. Manajerial
3. Kewirausahaan
1.1.       Merencanakan program supervisi
1.2.       Melaksanakan program supervisi
1.3.       Menindaklanjuti program supervisi
2.1.       Menyusun perencanaan sekolah
2.2.       Mengelola program pembelajaran
2.3.       Mengelola kesiswaan
2.4.       Mengelola sarana dan prasarana
2.5.       Mengelola personal sekolah
2.6.       Mengelola keuangan sekolah
2.7.       Mengelola hubungan sekolah dan masyarakat
2.8.       Mengelola administrasi sekolah
2.9.       Mengelola sistem informasi sekolah
2.10.   Mengevaluasi program sekolah
2.11.   Meminpin sekolah
3.1.    Mengembangkan usaha sekolah
3.2.    Membudayakan perilakuwirausaha
2.
Komitmen
terhadap
tugas
1. Kepribadian
2. Sosial
1.1      Jujur dalam melaksanakan tugas
1.2      Terbuka dalam melaksanakantugas
1.3      Bertanggung jawab dalam bertugas
1.4      Memiliki integritas sbg peminpin
2.1.    Menjalin hubungan dgn pihak lain
2.2.    Memberikan bantuan kepada pihak lain

3.
Hasil Kerja
1. Prestasi siswa
2. Prestasi guru
3. Prestasi
 sekolah
1.1.       Prestasi akademik siswa
1.2.       Prestasi non-akademik siswa
2.1.    Prestasi akademik guru
2.2.    Prestasi non-akademik guru
3.1.    Kelebihan dari sekolah lain
3.2.    Penghargaan yang diterima Sekolah
Dari tabel di atas terlihat bahwa ada tiga komponen yang dinilai dan se-tiap komponen terdiri atas sejumlah aspek dan untuk setiap aspek terdiri atas beberapa indikator. Masing-masing indikator ditunjukkan oleh bukti fisik atau deskriptor, sebagai kinerja spesifik yang akan dinilai. Keberadaan bukti fisik atau deskriptor tersebut disesuaikan dengan standar/kriteria penilaian yang ditetapkan. Penjabaran komponen, aspek, indikator, deskriptor dan kri-teria penilaian dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

                                                         
Gambar 3. 1 Model Penjabaran Komponen Penilaian Kinerja
Indikator adalah karakteristik, ciri, atau tanda yang menunjukkan krite-ria tertentu dari suatu obyek yang dinilai. Kriteria adalah standar atau ukuran tertentu yang dijadikan patokan dalam menilai suatu obyek. Penilaian dilaku-kan dengan cara membandingkan indikator dengan kriteria yang telah dite-tapkan. Penilaian kinerja baru dapat dilaksanakan jika kriteria dan indikator keberhasilan tugas telah disusun atau ditetapkan. Keberhasilan tugas ditandai dengan terlaksananya sejumlah kegiatan yang harus dilakukan serta sejauh-mana tujuan pekerjaan tersebut dapat dicapai. Dalam menyusun kriteria dan indikator kinerja diperlukan pemahaman yang tepat tentang deskripsi tugas kepala sekolah serta aspek-aspeknya. Indikator kinerja dapat dinyatakan da-lam bentuk hasil kerja dan proses kerja. Contoh indikator kinerja kepala se-kolah dalam aspek supervisi akademik antara lain:
1.       Membimbing guru dalam melaksanakan proses pembelajaran
2.       Membimbing guru dalam menggunakan media dan alat bantu
3.       Menilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran
Pada tahap selanjutnya dirumuskan deskriptor atau bukti fisik yang me-nujukkan keberhasilan dan atau keterlaksanaan suatu tugas untuk setiap indi-kator yang ditetapkan. Jumlah deskriptor atau bukti fisik untuk setiap indika-tor tergantung kepada luasnya cakupan penilaian, bisa hanya satu dekriptor atau lebih. Deskriptor atau bukti fisik inilah yang nantinya akan diamati, dini-lai, atau diperiksa dalam menentukan tingkat kinerjanya. Contoh deskriptor/ bukti fisik untuk indikator; menilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran antara lain:
1.       Pembelajaran menempuh tahapan pembukaan, kegiatan inti dan penutup.
2.       Menggunakan berbagai metode dan teknik mengajar.
3.       Menggunakan media dan alat bantu pada saat melaksanakan pembelajaran.
4.       Melaksanakan penilaian forrmatif pada saat pembelajaran berlangsung.
Setelah indikator dan deskriptor dirumuskan, selanjutnya ditetapkan kri-teria atau standar kinerja yaitu patokan yang dijadikan acuan dalam penilaian. Kriteria penilaian dapat dinyatakan secara kuantitatif ataupun kualitatif. Beri-kut contoh kriteria penilaian dalam bentuk skor (skala peringkat) serta pe-maknaanya yang dapat digunakan dalam menilai kinerja kepala sekolah/ma-drasah.
Skor (1):        Kinerja hanya memenuhi satu standar yang terdapat dalam des-kriptor/bukti fisik tentang pelaksanaan tugas pokok. Kinerja pada tingkat ini menunjukkan kategori rendah.
Skor (2):        Kinerja hanya memenuhi dua standar yang terdapat dalam des-kriptor/bukti fisik tentang pelaksanaan tugas pokok. Tingkat ki-nerja ini menunjukkan kategori sedang
Skor (3):        Kinerja memenuhi tiga standar yang terdapat dalam deskriptor/ bukti fisik tentang pelaksanaan tugas pokok. Kinerja pada tingkat ini menunjukkan kategori tinggi
Skor (4):        Kinerja telah memenuhi semua standar yang terdapat dalam des-kriptor/bukti fisik tentang pelaksanaan tugas pokok. Kinerja pada
                         tingkat ini menunjukkan kategori sangat tinggi.
2. Instrumen Penilaian
Beberapa instrumen yang dapat diginakan untuk menilai kinerja kepala sekolah, di antaranya adalah instrumen dalam bentuk yang sangat bervariatif. Berikut ini adalah beberapa instrumen yang dapat dipakai oleh para pengawas sekolah dalam rangka menilai kinerja kepala sekolah. Beberapa instrumen yang bisa digunakan untuk menilai kinerja kepala sekolah sesuai dengan jenis kom-petensi yang diuraikan di atas adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2 Kesesuaian Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
NO
KINERJA BERDASARKAN KOMPETENSI
JENIS INSTRUMEN EVALUASI KINERJA
BANYAKNYA BUTIR
1
Kepribadian
· Wawancara
6 butir
2
Manajerial
· Wawancara
16 butir
3
Kewirausahaan
· Wawancara
· Pengamatan
5 butir
4
Supervisi
· Wawancara
· Review Dokumen
3 butir
5
Sosial
· Wawancara
· Review Dokumen
3 butir
Pemilihan instrumen pada dasarnya bisa saja disilang, dalam arti kiner-ja kepala sekolah pada unjuk kerja berdasarkan kompetensi nomor 1 jika ha-nya dinilai dengan menggunakan instrumen X misalnya menunjukkan hasil yang belum mengukur, maka pengawas sekolah sebagai penilai mengguna-kan instrumen tambahan, sehingga apa yang diukur dapat tercapai.
Alternatif lain sebelum pengawas menentukan instrumen tertentu ber-dasarkan tabel di atas, bisa saja melakukan diskusi dengan sesama pengawas mengenai pengalamannya dalam menilai kinerja kepala sekolah pada jenjang yang berbeda. Maksudnya instrumen yang digunakan untuk mengukur  kiner-ja kepala sekolah pada jenjang Sekolah Dasar mungkin saja tidak efektif keti-ka digunakan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Demikian juga dengan jenjang sekolah berikutnya. Dengan demikian pada pelaksanaan evaluasi ki-nerja untuk mengetahui sejauh mana ketercapain kompetensi kepela sekolah ini harus terlebih dahulu pengawas sekolah sebagai evaluator melakukan uji-coba beberapa instrumen sesuai dengan kesempatan dan waktu ketika berkun-jung ke sekolah yang dibinanya.
Pada dasarnya untuk mengukur kinerja kepala pengawas sekolah harus memahami betul kompetensi kepala sekolah. Namun demikian upaya penga-was sekolah dalam melakukan pengujian secara objektif melalui lembaran
khusus yang diberikan baik kepada dirinya maupun kepada orang lain.
Penyusunan instrumen untuk setiap jenisnya baik itu pedoman wawan-cara, pengamatan, maupun review dokumen bisa dikembangkan sendiri oleh pengawas sekolah. Adapun yang menjadi acuan berapa butir yang harus di-kembangkan sebagaimana terlihat pada tabel di atas disesuaikan dengan sub kompetensi yang sudah dirumuskan sebelumnya.
Berikut adalah contoh ketiga jenis instrumen yang dikembangkan untuk mengukur kinerja kepala sekolah pada beberapa kompetensi.
Contoh 3.1
PEDOMAN WAWANCARA KINERJA KEPALA SEKOLAH
(JENJANG  TK, SD, SMP, SMA, SMK*)
Dimensi                                               :  Supervisi
Nama Kepala Sekolah    : ___________________
Identitas Sekolah                            :____________________
Alamat Sekolah                                :____________________
NO
PERTANYAAN
URAIAN JAWABAN
KESIMPULAN JAWABAN
1
Bagaimanakah Kepala Sekolah merencanakan program supervisi akademik dalam rangka pening-katan profesionalisme guru.?
2
Bagaimanakah Kepala Sekolah melaksanakan supervisi akade-mik terhadap guru dengan meng-gunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
3
Bagaianakah Kepala Sekolah me-nindaklanjuti hasil supervisi aka-demik terhadap guru dalam rang-ka peningkatan profesionalisme guru.

Contoh 3.2

PEDOMAN PENGAMATAN KINERJA KEPALA SEKOLAH
TK, SD, SMP, SMA, SMA*)
Dimensi Kompetensi              :  Manajerial
Nama Kepala Sekolah            :  ……………………………….
Identitas Sekolah                     :  SDN ………………………..
Alamat Sekolah                         :  ………………………………..
NO
PERTANYAAN
HASIL PENGAMATAN
KESIMPULAN HASIL PENGAMATAN
1
Bagaimanakah Kepala Sekolah  me-nyusun perencanaan sekolah/madra-sah untuk berbagai tingkatan peren-canaan.
2
Bagaimanakah Kepala Sekolah me-ngembangkan organisasi sekolah/ madrasah sesuai dengan kebutuhan.
3
Bagaimanakah Kepala Sekolah me-mimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/madrasah secara optimal.
4
Bagaimanakah Kepala Sekolah me-ngelola perubahan dan pengembang-an sekolah/madrasah manuju orga-nisasi pembelajar yang efektif.
5
Bagaimanakah Kepala Sekolah men-ciptakan budaya dan iklim sekolah/-madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik.
6
Bagaimanakah Kepala Sekolah me-ngelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manu-sia secara optimal.
7
Bagaimanakah Kepala Sekolah me-ngelola sarana dan prasarana seko-lah/madrasah dalam rangka pendaya-gunaan secara optimal.
8
Bagaimanakah Kepala Sekolah me-ngelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam rangka penca-rian dukungan ide, sumber belajar dan pembinaan sekolah/madrasah.


9
Bagaimanakah Kepala Sekolah  me-ngelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan ka-pasitas peserta didik.
10
Bagaimanakah mengelola pengem-bangan kurikulum dan kegiatan pem-belajaran sesuai dengan arah dan tu-juan pendidikan nasional.
11
Bagaimanakah mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, tranfaran dan efisien.
12
Bagaimanakah mengelola ketatausa-haan sekolah/madrasah dalam men-dukung pencapaian tujuan sekolah/ madrasah.
13
Bagaimanakah Kepala Sekolah  me-ngelola unit layanan khusus sekolah/ madrasah dalam mendukung kegiat-an pembelajaran dan kegiatan peser-ta didik di sekolah/ madrasah.
14
Bagaimanakah mengelola sistem in-formasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan.
15
Bagaimanakan Kepala sekolah me-manfaatkan kemajuan teknologi in-formasi bagi peningkatan pembela-jaran dan manajemen sekolah/ma-drasah.
16
Bagaimanakan Kepala Sekolah me-lakukan  monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanakan program ke-giatan sekolah/madrasah dengan pro-sedur yang tepat, serta merencana-kan tindak lanjut.

Contoh 3.3

PEDOMAN REVIEW DOKUMEN KINERJA KEPALA SEKOLAH BERDASARKAN KOMPETENSI MANAJERIAL
(JENJANG  TK, SD, SMP, SMA, SMA*)
Sub Kompetensi               : Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan
                                                    pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendi-dikan nasional.
Nama Kepala Sekolah    : ………………………………………
Identitas Sekolah             : SDN ………………………………
Alamat Sekolah : ………………………………………
NO
PERTANYAAN
HASIL REVIEW
DOKUMEN
KESIMPULAN HASIL REVIEW
1
Adakah dokumen Tim Pengembang ku-rikulum yang difasilitasi dan disyahkan oleh Kepala Sekolah
2
Apakah ada dokumen tertulis sebagai produk dari tenaga kependidikan yang didukung oleh kepala sekolah untuk Mata Pelajaran tertentu.
3
Bagaimanakah bentuk dokumen Strate-gi pengembangan sekolah yang disiap-kan kepala sekolah untuk memfasilitasi guru dalam mengembangkan dokumen kumpulan standar kompetensi setiap mata pelajaran
4
Apakah semua guru mampu menyusuan silabus sebagai hasil pembinaan kepala sekolah? Bagaimana kesesuaian silabus untuk setiap Mata Pelajaran?
5
Adakah panduan yang dirumuskan KS bersama guru dalam rangka memfasili-tasi guru untuk memilih buku sumber yang sesuai untuk setiap mata pelajar-an?
6
Adakah catatan pembimbingan KS ke-pada guru dalam mengembangkan dan memperbaiki proses belajar mengajar? Bagaimana deskripsinya?
7
Adalah acuan KS yang dibuat sendiri/ Agenda sebagai bahan dalam menga-rahkan tim pengembang kurikulum un-tuk mengupayakan kesesuaian kuriku-lum dengan kemajuan ilmu pengetahu-an, teknologi, dan seni (ipteks), tuntut-an dan kebutuhan masyarakat, dan ke-butuhan peserta didik? Bagaimanakah isinya?
8
Adakah laporan-laporan kegiatan yang disuport oleh KS kedapa Tim Sekolah dalam kegiatan menggali dan memobi-lisasi sumberdaya pendidikan ? Bagaimanakah isinya?
9
Bagaimanakan prosedur yang ditempuh KS dalam rangka mendukung guru da-lam mengidentifikasi kebutuhan bagi pengembangan kurikulum lokal.
10
Adakah prosedur tertulis mengenai pan-duan evaluasi pelaksanaan kurikulum yang dikembangkan bersama dengan KS dan guru? Bagaimana hasilnya?
Pada bagian ini pengawas sekolah diharapkan mampu untuk mengem-bangkan instrumen sendiri, dengan cacatan pasangan anatara kompetensi yang akan diukur sesuai dengan kinerja yang ada, penulis telah menyesuaikan pada tabel 1 di atas. Demikian juga dengan banyaknya butir. Contoh instrumen di-kembangkan di atas bertujuan untuk memberikan gambaran bahwa instrumen hendaknya disusun sebelum pengawas sekolah melakukan evaluasi ke lapang-an, namun akan lebih baik jika instrumen untuk menilai kinerja kepala seko-lah ini dibuat ketika pengawas sekolah merumuskan rencana kerja pada seti-ap tahunnya. Kemudian instrumen diujicoba sesuai dengan sampel yang seta-ra maksudnya, jika instrumen ini ditujukan untuk mengukur kinerja kepala sekolah pada jenjang TK, SD, dan jenjang lainnya, maka diharapkan sampel cukup mewakili semua jenjang tersebut.
3.  Responden Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
Salah satu teknik atau pendekatan dalam penilaian kinerja adalah peni-laian 360 derajat. Artinya kinerja seseorang dinilai oleh empat penjuru atau empat penilai yakni: (a) penilaian dari atasan, (b) penilaian dari bawahan, dan (c) penilaian dari mitra sejajar yang terdiri atas dua sisi yakni sisi kanan dan sisi kiri. Oleh sebab itu penilaian kinerja kepala sekolah dilakukan oleh:
a.        Atasannya dalam hal ini adalah pengawas sekolah dan atau kepala dinas pendidikan kabupaten/kota.
b.      Bawahannya dalam hal ini adalah guru dan/atau tenaga administrasi seko-
        lah.
c.       Rekan atau mitranya dalam hal ini ada dua sisi yakni: (1) kelompok kerja kepala sekolah (k3s), dan (2) komite sekolah.
Penilaian kinerja kepala sekolah sebagaimana dikemukakan di atas yang terdiri atas empat kategori responden dapat digambarkan dalam bagan seba-gai berikut.
                                                                                Pengawas
       
                                                                                                                                                       
Komite Sekolah                                   Kinerja Kasek                                    K3S                                                                                                                                                                        
                                                                             Guru
Dengan kata lain kinerja kepala sekolah dalam melaksanakan tugas po-koknya dinilai secara komprehensif dari unsur atasan, bawahan dan rekan se-mitra yang kredibel dan obyektif secara transfaran dan akuntabel. Ini berarti responden penilai kinerja kepala sekolah sekurang-terdiri atas guru (bawah-an), pengawas sekolah (atasan), K3S dan Komite Sekolah (mitra sejajar). Da-lam hal tertentu bisa juga oleh kepala dinas pendidikan sebagai atasannya. Guru ditempatkan sebagai bawahan, pengawas sekolah ditempatkan sebagai atasan, K3S dan komite sekolah ditempatkan sebagai mitra/rekan setara. Be-rikut ini disajikan tabel yang berisi aspek yang dinilai dari kinerja kepala se-kolah dan responden atau penilai yang terdiri atas empat unsur yakni guru (GR), pengawas sekolah (PS), kelompok kerja kepala sekolah (K3S) dan ko-
mite sekolah (KS).

 

Tabel 3.2 Aspek yang Dinilai dan Responden Penilaian Kinerja Kepala Sekolah/ Madrasah
NO.
KOMPONEN
PENILAIAN
 ASPEK/DIMENSI
 PENILAIAN
GR
PS
K3S
KS
1.
Pelaksanaan Tupoksi
1.       Manajerial
2.       Kewirausahaan
3.       Supervisi
V
V
V
V
V
V
-
-
-
-
-
-
2.
Komitmen
Terhadap tugas
1.   Kepribadian
2.   Sosial
V
V
V
V
V
V
V
V
3.
Hasil kerja
1.  Prestasi siswa
2.  Prestasi guru
3.  Prestasi sekolah
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
Dari tabel di atas terlihat bahwa guru dan pengawas sekolah menjadi sumber data yang paling utama disusul oleh K3S dan komite sekolah. Guru dan pengawas sekolah menilai semua dimensi kinerja kepala sekolah, sedang-kan K3S dan komite sekolah menilai dua dimensi yakni dimensi komitmen dalam melaksanakan tugas dan dimensi hasil kerja. Oleh sebab itu data hasil penilaian diberi bobot yang berbeda untuk setiap responden. Data hasil peni-laian dari guru dan pengawas sekolah masing-masing diberi bobot 3, data ha-sil penilaian dari K3S dan komite sekolah masing-masing diberi bobot 2. De-ngan demikian hasil penilaian kinerja kepala sekolah dinyatakan dalam nilai rata-rata dari keempat rsponden setelah diberi bobot sebagaimana dikemuka-kan di atas.
                               
A.      Pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
Pelaksanaan penilaian kinerja kepala sekolah dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan pengukuran komptensi di atas serta mempertimbangkan instrumen yang sesuai dengan fokus penilaian. Dua hal utama  yang harus diperhatikan ketika melaksanakan penilaian kinerja kepala sekolah, adalah waktu dan frekuensi  pelaksanaan penilaian. Untuk kepentingan kelancaran penilaian kinerja dilakukan berdasarkan persiapan yang matang baik waktu, instrumen berasarkan indikator kompetensi sudah dirumuskan dalam agenda penilaian. Diharapkan SDM penilai adalah pengawas sekolah itu sendiri sesu-ai dengan anggaran yang sudah disiapkan berdasarkan kebutuhan. Dengan demikian keempat komponen yang harus diperhatikan ini dapat dirumuskan dalam bentuk skedul penilaian kinerja.
1.  Waktu Pelaksanaan Penilaian
Pengawas hendaknya memiliki jadwal berkunjung ke sekolah-sekolah yang dibinanya. Jadwal ini dipampang di Kantor UPTD. Waktu berkunjung inilah yang bisa digunakan untuk pelaksanaan penilaian kinerja kepala seko-lah di sekolah yang dikunjungi. Sebagai misal pengawas sekolah dapat mela-kukan pada setiap minggu, bulan, atau semester. Secara spesifik rincian wak-tu pelaksanaan penilaian kinerja disesuaikan dengan pengelompokan kompe-tensi yang direncanakan, misalnya pengawas sekolah dapat memetakan 5 kom-petensi yang sudah diuraikan di depan ke dalam pemetaan evaluasi untuk se-tiap minggu sebagaimana terlihat pada Tabel 2 berikut ini.
Tabel 2 Pedoman Waktu Pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
No Kompetensi (Kinerja Kepala Sekolah
Waktu penilaian dalam Semester
*Jml Target
Kepala Sekolah Sasaran
Bentuk Tindak Lanjut
1
2
1
4
Disesuaikan temuan
2
4
3
2
4
1
5
3
Keterangan:Target KS sasaran disesuaikan dengan kemampuan pengawas sekolah
.
Pelaksanaan penilaian kinerja kepala sekolah ini bisa dilakukan dengan pedoman yang sama dari jenjang TK sampai dengan SMA dan SMK. Sesuai dengan jenis kompetensi mana yang akan dinilai dari kepala sekolah untuk jenjang pendidikan tertentu, maka pengawas sekolah hendaknya kembali ke-pada jenis dan pedoman evaluasi dalam bentuk instrumen yang telah disesu-aikan pada tabel dia atas. Berdasarkan hal itu maka waktu untuk menilai ki-nerja berdasarkan kompetensi tertentu tentunya akan membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Namun demikian jika disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan, maka penilaian dilakukan sesuai dengan jenjang pendidikan. Ar-tinya waktu untuk menilai kinerja yang sama akan berbeda jika jenjang satu-an pendidikannya berbeda, misalnya untuk di SD mungkin akan berbeda jika
dilaksanakan di SMA.
2. Frekuensi Pelaksanaan Penilaian
Pada umumnya pengawas sering mengalami kesulitan untuk menentu-kan jumlah/frekuensi penilaian kinerja kelapa sekolah yang dibinanya. Pada Pengawas tingkat Sekolah Dasar biasanya kesulitan disebabkan oleh banyak-nya jumlah sekolah. Sementara itu pada pengawas SMP/SMA/SMK terutama di daerah Kabupaten kendalanya ada pada  jarak satu sekolah dengan yang la-in.
Menghadapi permasalahan tersebut, seorang pengawas memang harus membuat jadwa penilian atau kunjungan secara ketat. Jangan sampai dalam satu periode kepengawasan, ada kepala sekolah yang belum mendapatkan pe-nilaian kinerjanya dari pengawas. Idealnya sekurang-kurangnya setiap tahun seorang kepala sekolah mendapatkan penilaian kinerjanya dari pengawas. Da-lam keadaan yang sulit, misalnya di daerah yang transportasinya masih belum lancar, penilaian kinerja kepala sekolah sekurang-kurangnya harus dilakukan minimal tiga tahun. Hal ini disesuaikan dengan lamanya siswa belajar, khusus-nya pada jenjang SMP dan SMA.
               
B.      Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian Kinerja     
Data yang diperoleh melalui instrumen penilaian kinerja selanjutnya di-olah dan dianalisis dengan teknik statistika sederhana. Tujuan pengolahan dan analisis data hasil penilaian adalah untuk memperoleh informasi sampai se-jauhmana tingkat kinerja kepala sekolah berdasarkan indikator dan deskriptor yang telah ditentukan. Atas dasar informasi tersebut diperoleh nilai derajat kinerja yang dinyatakan dalam angka yang dimaknai sebagai indeks nilai ki-nerja kepala sekolah. Indeks nilai kinerja kepala sekolah yang dinilai oleh pe-ngawas sekolah menghasilkan empat jenjang kinerja sebagai berikut:
Indeks kinerja (1): artinya kinerja kepala sekolah katagori rendah,
Indeks kinerja (2): artinya kinerja kepala sekolah katagori sedang,
Indeks kinerja (3): artinya kinerja kepala sekolah kategori tinggi,
Indeks kinerja (4): artinya kinerja kepala sekolah katagori sempurna
Kepala sekolah yang memperoleh indeks kinerja (1) dan indeks kinerja (2) adalah kepala sekolah yang perlu mendapat pembinaan. Sebaliknya kepa-la sekolah yang memperoleh indeks kinerja (3) dan (4) layak diberikan peng-hargaan.
Proses pengolahan dan analisis data hasil penilaian kinerja kepala seko-lah/madrasah dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.       Memeriksa hasil penilaian untuk setiap kepala sekolah yang dinilai de-ngan cara memberi skor minimal 1 dan maksimal 4 sesuai dengan kriteria penilaian. Pemeriksaan dilakukan terhadap hasil penilaian dari setiap res-ponden (guru, pengawas sekolah, K3S dan komite sekolah)
2.       Menghitung total skor yang diperoleh setiap kepala sekolah yang dinilai dari masing-masing responden penilai, sehingga ada empat total skor yang diperoleh setiap kepala sekolah.
Contoh: skor hasil penilaian kinerja kepala sekolah.
Nama Kepala Sekolahyang Dinilai
Skor Dari Responden
GR
PS
K3S
KS
1. Drs. Suko Pratomo, M.Pd
70
64
60
50
2. Drs. Cahya Suryana, M.Pd
68
70
72
56
3. Dra. Wari Suwariyah, M.Pd
72
70
70
60
3.       Menghitung indeks skor yang diperoleh setiap kepala sekolah dari setiap responden dengan cara membagi total skor dengan jumlah pertanyaan. Misalkan dalam contoh tabel di atas jumlah pertanyaan sebanyak 20 bu-tir. Maka indeks nilai yang diperoleh Drs. Suko Pratomo, M.Pd dari guru (GR) adalah 3,5. Indeks nilai dari pengawas sekolah (PS) adalah 3,2. In-deks nilai dari K3S adalah 3.0 dan indeks nilai dari komite sekolah (KS) adalah 2.5. Jika penilai dari setiap unsur lebih dari satu misalnya guru yang menilai ada 8 orang, komite sekolah ada 5 orang, maka sebelum menen-tukan indeks nilai, skor hasil penilaian dari guru dan komite sekolah dibu-at nilai rata-ratanya.
4.       Menghitung indeks nilai total dari empat responden penilaian dengan cara mengalikan indeks nilai setiap responden dengan bobot nilai masing-ma-sing, kemudian hasilnya dijumlahkan dari semua jenis responden lalu di-bagi 10. Bobot nilai dari guru adalah 3, dari pengawas sekolah adalah 3, dari K3S adalah 2 dan dari komite sekolah adalah 2. Kita ambil contoh indeks nilai total yang dicapai Drs. Suko Pratomo, M.Pd adalah sebagai
berikut:

= 3.11

 (3,5 x 3) + (3.2 x 3) + (3.0 x 2) + (2.5 x 2))

                                              10
5.       Menafsirkan indeks nilai total yang diperoleh pada langkah empat di atas dengan standar kriteria yang digunakan. Telah dijelaskan bahwa indeks nilai (1) adalah rendah, indeks nilai (2) adalah cukup, indeks nilai (3) ada-lah tinggi, indeks nilai (4) adalah sangat tinggi.
Dari data di atas maka dapat disimpulkan bahwa kinerja kepala sekolah bernama Drs. Suko Pratomo, M.Pd termasuk tinggi sehingga layak diberi penghargaan. Indeks kinerja kepala sekolah dapat dibuat lebih tajam dengan cara setiap dimensi/aspek yang dinilai diberi bobot masing-masing. Misalnya untuk dimensi pelaksanaan tupoksi diberi bobot 4, untuk dimensi komitmen dalam melaksanakan tugas diberi bobot 3, untuk dimensi hasil kerja diberi bobot 3. Setelah itu dihitung indeks nilai untuk setiap dimensi setelah skor setiap dimensi dikalikan dengan nilai bobotnya. Indeks nilai total merupakan rata-rata nilai indek dari ketiga dimensi tersebut setelah dikalikan bobot nilai.
Hasil pengolahan dan analisis data serta interpretasinya sebagaimana dicontohkan di atas dituangkan secara tertulis dalam bentuk laporan hasil pe-nilaian kinerja kepala sekolah. Laporan tersebut dibuat oleh pengawas.
Setelah melaksanakan kegiatan penilaian kinerja kepala sekolah, penga-was sekolah menyusun laporan hasil penilaian kinerja. Dalam laporan terse-but harus digambarkan proses dan hasil penilaian yang telah dilakukan. Arti-nya dalam laporan hasil penilaian kinerja dijelaskan bagaimana penilaian ter-sebut dilaksanakan, bagaimana hasil yang diperoleh dari penilaian kinerja ter-sebut, serta apa tindak lanjutnya baik dalam bentuk saran maupun rekomen-dasi. Laporan hasil penilaian kinerja kepala sekolah dapat dijadikan media in-formasi tertulis bagi pihak-pihak terkait yang ingin mengetahui kinerja kepa-la sekolah sekolah. Secara umum laporan hasil penilaian kinerja kepala seko-lah disusun dengan tujuan: (a) memberikan gambaran mengenai kegiatan ke-pala sekolah terutama dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, dan  (b) memberikan gambaran mengenai kondisi kinerja kepala sekolah sebagai bahan untuk melakukan pembinaan tehadap kepala sekolah yang bersangkut-an.
Laporan hasil penilaian kinerja kepala sekolah dapat dimanfaatkan un-tuk berbagai kepentingan baik untuk pengawas sekolah itu sendiri maupun bagi pihak-pihak lain yang terkait dengan peningkatan mutu pendidikan. Bagi kepala sekolah yang bersangkutan, laporan hasil penilaian kinerja dapat di-manfaatkan antara lain: (a) sebagai landasan dalam penyusunan program ker-ja sekolah dan pembinaan kepala sekolah, (b) sebagai dokumentasi kegiatan penilaian kinerja yang telah dilaksanakan, dan (c) sebagai bukti pertanggung-jawaban pengawas atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya sebagai pe-ngawas profesional.
Bagi Dinas Pendidikan, laporan hasil penilaian kinerja dapat dimanfa-atkan untuk kepentingan sebagai berikut: (a) Sebagai bahan dalam menilai kinerja kepala sekolah yang bersangkutan; (b) sumber informasi untuk me-ngetahui gambaran spesifik tentang kinerja kepala sekolah; (c) sebagai lan-dasan untuk menentukan tidak lanjut pembinaan dan fasilitasi terhadap pe-ningkatan kinerja kepala sekolah; dan (d) sebagai bahan pertimbangan untuk pemberian penghargaan, promosi, mutasi dan insentif. Di samping itu, lapor-an hasil penilaian kinerja kepala sekolah yang dilaksanakan oleh pengawas sekolah dapat dimanfaatkan oleh kepala sekolah dan guru sebagai umpan ba-lik atas kinerjanya.
 Dalam laporan pengawas mengenai hasil penilaian kinerja kepala  sekolah, sebaiknya juga dicantumkan rencana untuk kegiatan selanjutnya. Rencana tindak lanjut ini bisa berupa penyusunan program untuk memotivasi kepala sekolah untuk bagian-bagian kinerja berdasarkan kompetensi yang ada yang cenderung masih kuranng. Untuk mengetahui masih kurang tidaknya, maka pengawas sekolah dapat menggunakan hasil dari kesimpulan evaluasi yang sudah dilakukan.
Bentuk kegiatan Rencana Kegiatan Tindak Lanjut (RKTL) ini pada da-sarnya dapat berupa sebuah rencana kegiatan selanjutnya, atau dapat juga ha-nya berupa kesimpulan dan bentuk penerapan dari hasil kesimpulan yang su-dah dirumuskan. Sebagai misal pengawas sekolah bisa melakukan sebuah pe-nelitian berkenaan dengan ketepatan perencanaan evaluasi yang sudah dibuat, pelaksanaan atau bentuk kegiatan evaluasi yang telah dilakukan, analisis hasil dari kegiatan pengawas sekolah sendiri ketika sedang melakukan evaluasi.
Dapat disimpulkan bahwa RKTL ini diharapkan memiliki dua dampak
yaitu terhadap: (1) sasaran yang dievaluasi, (2) pelaku yang melakukan eva-luasi. Keduanya diharapkan memperoleh dampak positif dari aktivitas RKTL ini, sebagai misal untuk dampak bagi sasaran yang dievaluasi, yaitu kepala sekolah sudah barang tentu akan memperoleh sejumlah perlakuan atau kegi-atan dan lanjutan penerapan apa yang mesti dilakukan oleh kepala sekolah di lingkungan sekolah. Sedangkan untuk pelaku yang melakukan evaluasi, me-lalui RKTL ini akan tahu kelemahan dan kekurangan apa yang seharusnya di-perbaiki setelah menemukan beberapa temuan di lapangan. Dengan demikian kedua belah pihak diharapkan tersentuh oleh hasil dari RKTL ini.
DAFTAR PUSTAKA
Bacal Robert. 2005. Performance Management (alih bahasa oleh Surya Dhar-ma). Jakarta: PT Sun.
Castetter, William B. 1996.  The Human Resourse Function in Educational Administration. Columbus, Ohio: Merril, Englewood Cliffs, New Jersey.
Cony Semiawan.  1982. Prinsip dan Teknik Pengukuran dan Penilaian di da-lam Dunia Pendidikan. Jakarta: Mutiara.
Nana Sudjana, R. Ibrahim. 2000. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Ban-dung: Sinar Baru Algesindo.
Penilaian Kinerja Kepala Sekolah dan Guru yang bekerja di swasta. www. dikdasmen.org
Sudirman M. Chon. 2006. Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah Menengah Kejuruan. www.dikmenjur.freehosting.net.
Surya Dharma. 2005. Manajemen Kinerja: Falsafah Teori dan Penerapan-nya. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Tilaar, H. A. R. 1997. Manajemen Pendidikan Nasional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Winardi. 1992. Manajemen Perilaku Organisasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.

About these ads

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s