Cerita Cinta

Seorang ibu bertutur pada saya lewat email. Mas Agus, saya ngiri lo membaca tulisan-tulisan Mas Agus. Apalagi ada hadis yang indah yang mas agus kutip, Man Laa Yarham, Laa Yurham’ Barang siapa tidak menyayangi, tidak akan disayangi.(HR.Muslim). Hadis ini menyiratkan tentang cinta yang diajarkan Nabi Muhamad. Itulah sebabnya yang mendorong saya berburu buku-buku hadis tentang cinta.

‘Ketika saya berada di toko buku saya bertabrakan dengan orang lain. Buku yang dipegang tangannya hampir terlepas. Spontan saya mengucapkan minta maaf, ibu itu menjawab, tidak apa-apa, maafkan saya juga. begitu katanya. kami saling berjabat tangan dan melempar senyuman, sayapun melanjutkan perburuan buku hadis yang saya cari,’ tuturnya.

‘Begitu malam tiba, sehabis sholat maghrib saya menyiapkan makan malam. ditengah badan rasanya yang sudah letih, saya ingin menyiapkan semuanya dengan secepat mungkin setelah itu rebaan dikamar tidur. Tiba-tiba saya dikejutkan Putri yang berdiri disamping saya, hampir saja sup yang ditangan saya tumpah.’

‘Saat makan malam menjadi terasa sunyi sebab kami terdiam seribu bahasa. Suami nampak kelelahan, anak-anak tidak begitu bernafsu makan. Setelah semua dirapikan, saya menjadi sebentar lagi bisa istirahat. begitu melewati kamar, nampak putriku yang sedang berbaring.’

‘Suara hatiku berbisik, Adakah pelajaran cinta yang kamu petik hari ini? ketika tadi kamu bertabrakan dengan orang tak dikenal begitu lembut dan sopan namun ketika kamu bertabrakan dengan putrimu yang kamu cintai..kenapa begitu mudah membuatmu marah? Coba lihat bunga yang telah disusun rapi oleh putrimu, bunga-bunga indah diatas kulkas.’

‘Saya duduk termangu, airmata saya menetes dipipi. saya berlari dikamar putri, saya duduk disamping tempat tidurnya, saya pegang tangannya. Putri terbangun dan tersenyum, senyum yang begitu indah. ‘Sayang, bunga itu Putri petik untuk mamah ya?’ Putri membalas dengan senyuman. ‘Putri memetiknya dibelakang rumah karena bunga itu cantik seperti mamah. Mamah pasti suka.’ kata Putri’

‘Airmata saya mengalir begitu derasnya, tak kuasa tangisku terdengar. ‘Sayang, maafkan mamah ya…seharusnya mamah tau bunga yang indah itu untuk mamah.’ Sayapun dipeluk oleh putri yang cantik, ‘I Love You, Mah..Putri Sayang Mamah..’ Itulah cerita cinta dari seorang Ibu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s