Kemuliaan Salahudin al-Ayyubi

Ada satu kisah yang sangat disukai anak-anak Amalia yaitu kisah ‘Kemuliaan Salahudin al-Ayyubi.’ Malam itu anak-anak Amalia terdengar suara riuh. Kisah kepahlawanan selalu saja menarik buat mereka. ‘Ayo..kak cerita,’ teriak Seni. ‘Baik..kalo gitu Kak Agus mau cerita tentang kemuliaan Salahudin al-Ayyubi,’ jawab saya pada anak-anak Amalia.

Pada suatu ketika Salahudin al-Ayyubi didatangi seorang ibu. Ibu itu berteriak-teriak dan membuat kekacauan. Melihat kejadian itu para prajurit hendak menjauhkan dari Salahudin tetapi Salahudin mencegahnya dan memberikan perintah agar para prajurit itu mempersilahkan masuk menemui dirinya.

Ibu itu mengadu bahwa suami dijadikan tawanan perang, padahal suaminya adalah tulang punggung dan pencari nafkah bagi keluarganya. Mendengarkan cerita sang ibu Salahudin tak terasa meneteskan air mata bisa merasakan kepedihan seorang istri yang ditinggal suaminya yang tercinta sebagai tulang punggung bagi dirinya dan keluarganya. Kemudian Salahudin memerintahkan para prajuritnya untuk mencari dan melepaskan suaminya sang ibu itu. Akhirnya para prajurit menemukan suaminya dan melepaskan untuk kembali kepada keluarganya.

Terus apa yang terjadi kak? tanya Malini. ‘apakah ibu itu berterima kasih sama Salahudin?’ tanya Yuni.

‘Benar Yuni, ibu itu berterima kasih kepada Salahudin,’ jawab saya pada Yuni.

Ibu itu mengucapkan terima kasih dan memuji atas apa yang dilakukan Salahudin. Salahudin itu menjawabnya bahwa yang dia lakukan merupakan perintah Sang Khaliq. ‘Apakah agama anda mengajarkan kasih sayang kepada semua umat manusia? Dan membantu orang-orang yang lemah?’ Tanya sang ibu.

‘Benar ibu, Islam mengajarkan cinta dan kasih sayang kepada semua umat manusia dan membantu orang-orang yang lemah.’ Jawab Salahudin dan ibu itu bersyahadat bersama suaminya, ‘Aku mencintai agama yang mengajarkan cinta dan kasih sayang seperti yang tercermin sifat-sifat dan akhlak anda,’ Ucap perempuan itu kepada salahudin.

Diakhir cerita saya menyampaikan kepada anak-anak Amalia bahwa kita diajarkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk senantiasa mencintai dan menyayangi semua umat manusia seperti dalam kisah ‘Kemuliaan Salahudin al-Ayyubi.’ Allah memiliki asma al-Haliim, artinya Maha Penyantun. Allah senantiasa menyayangi dan menyantuni hamba-hambaNya.


Dan ketahuilah bahwa Allah mengetahui harimu, maka takutlah kepadaNya dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyantun. (QS. al-Baqarah. 2:235).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s