Informasi Umum Mengenai Otak

Kita semua tentu pernah dan selalu akan berharap untuk mempunyai anak-anak cerdas. Harapan ini tentu saja menusiawi dan sangat logis. Dan ia menjadi semakin kuat ketika kita mengaitkannya dengan kebutuhan kondisi kehidupan umum di era globalisasi dimana kompetisi menjadi ciri utamanya.
Sebagian masyarakat kita menganggap bahwa kecerdasan itu terutama ditentukan oleh faktor genetik. Artinya, orang tua yang cerdaslah yang paling berpeluang memperoleh anak-anak yang cerdas. Padahal temuan baru dalam ilmu biologi, kedokteran, kimia dan ilmu jiwa menunjukkan bahwa kecerdasan manusia terutama ditentukan oleh kondisi otaknya dan hal ini ditentukan oleh tiga faktor utama, yaitu genetik, gizi dan lingkungan. Tapi tidak ada penelitian yang bisa membuktikan faktor mana dari ketiga hal tersebut yang paling besar pengaruhnya. Hanya ada temuan pada hewan yang menyatakan bahwa pengaruh genetika dalam pembentukan otak mencapai angka 30 %.
Untuk faktor genetik ini, Rasulullah SAW sendiri pernah mengatakan bahwa “al-Irqu Dassas” (sifat turunan itu sangat kuat pengaruhnya). Karena itu pula, faktor keturunan menjadi kriteria penting waktu pemilihan pemasangan hidup.
Otak kita tersimpan aman didalam rongga keras dan kuat tulang tengkorak dengan berat normal sekitar 3 kg. Otak kita terbagi dalam dua bagian kanan dan kiri dengan fungsi yang berbeda. Otak kanan berfungsi mengenal warna, lirik dan suara, dimensi, berimajinasi dan melakukan mimpi bangun. Sedang Otak kiri berfungsi mengenal angka, huruf, tabel, melakukan analisa, struktur dan logika. Masing-masing otak itu sendiri terdiri dari 10.000.000.000 sel syaraf yang disebut neuron. Dan setiap neuron terdiri dari milyaran serabut syaraf.
Sebuah temuan yang dimuat dalam harian Kompas beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa sel-sel otak itu sudah terbentuk sebanyak 66 % waktu lahir, sedang berat otaknya sudah terbentuk sebanyak 27 % pada waktu yang sama. Sisanya akan terbentuk secara sangat efektif pada 18 bulan pertama. Dan seterusnya mengalami pertumbuhan paling pesat pada skala kemampuan terutama pada usia tadi sampai usia 6 tahun.
Secara biologis ada tiga hal yang sangat mempengaruhi proses pembentukan otak, yaitu protein, kolesterol dan asam lemak. Sampai pada titik ini kita melihat bagaimana gizi sangat mempengaruhi pembentukan otak. Ini berarti bahwa setiap kita memiliki peluang untuk merekayasa pertumbuhan otak anak-anak kita dengan pemberian kadar gizi yang cukup sejak masa janin hingga tahun-tahun pertama setelah lahir.
Tapi apakah kecerdasan manusia ditentukan jumlah sel dalam otak ? Ternyata tidak ! Setidaknya begitulah temuan Prof. Anukan yang dinukil oleh DR. Najib Al-Rifai dalam “Al-Dzakirat al-Sariah” (Bagaimana memperkuat memori). Sang professor yang spesialis otak ini menemukan bahwa kecerdasan manusia tidak ditentukan oleh jumlah sel syaraf dalam otaknya, tapi lebih ditentukan oleh jumlah interaksi atau senyawa kimiawi antara serabut sel dalam neuron. Kenapa demikian ? Sebab setiap satu interaksi atau senyawa akan melahirkan satu jalur yang berfungsi mempercepat penyerapan dan pengiriman pesan atau informasi kedalam jaringan otak.
Nah, bagaimana dan berapa jumlah interaksi atau senyawa kimia dalam sel otak manusia ? Pertanyaan ini menarik, karena dari sini kita akan mengetahui bagaimana kecerdasan itu terbentuk. Sang professor selanjutnya mengatakan bahwa pada setiap detik terjadi sekitar 100.000 sampai 1.000.000 interaksi atau senyawa kimia dalam serabut sel syaraf. Sekarang hitunglah jumlah jalur yang mungkin terbentuk ! Hasil perhitungan sang professor adalah 100.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.
Hasil perhitungan tersebut menunjukkan betapa besarnya daya tampung otak manusia untuk menerima sebanyak mungkin informasi. Dan ini merupakan kemampuan rata-rata pada manusia normal atau tidak mengalami cacat mental dan gangguan fisiologis lainnya yang mengurangi kemampuan daya serap sel syaraf. Selain itu, kita juga melihat bahwa sel syaraf otak manusia mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Berbagai jenis pengetahuan ditampung dalam berbagai jaringan sel syaraf yang membentuk pusat-pusat dengan fungsi yang berbeda.
Manusia memiliki bagian lain dari sistem otak yang disebut sistem limbik, yaitu otak kecil diatas tulang belakang, dibawah tulang tengkorak. Sistem limbik ini memiliki tiga fungsi, yaitu mengontrol emosi, mengontrol seksualitas, dan mengontrol pusat-pusat kenikmatan. Emosi merupakan hal yang paling penting dalam perkembangan otak seseorang.
Ada ungkapan yang menyatakan bahwa orang tidak akan sukses dalam bidang apapun kecuali jika ia senang dengan apa yang digelutinya. Penelitian menunjukkan bahwa emosi biasanya memicu seseorang untuk berprestasi. Oleh karena itu, kecerdasan emosional menjadi lebih penting dibandingkan dengan kecerdasan intelektual. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang untuk memotivasi diri sendiri, bertahan menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati (kegembiraan, kesedihan, kemarahan, dll) dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan mampu mengendalikan stress.
Kecerdasan emosional mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati dan kecakapan sosial. Sebagian besar yang menentukan kesuksesan seseorang dalam hidup ini adalah kecerdasan emosional (EQ).
Orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi biasanya menonjol dalam kehidupan nyata, misalnya memiliki hubungan luas, mudah bergaul, mempunyai karakter yang baik dan disiplin diri, serta memiliki kemampuan-kemampuan dasar untuk mencapai kesuksesan hidup. Dibanding EQ, kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbangkan kira-kira 20 persen untuk menentukan kesuksesan seseorang.
Seperti otak yang terbagi menjadi dua bagian, pikiran juga begitu. Pikiran terbagi atas pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (subconscious mind). Pikiran sadar adalah pikiran yang Anda gunakan sehari-hari untuk berfikir, dan berinteraksi secara aktif. Sedangkan pikiran bawah sadar mempunyai tiga fungsi utama, yaitu :
  1. Mengendalikan seluruh sistem tubuh.
  2. Sebagai gudang memori yang sangat besar yang menyimpan semua ingatan, peristiwa, kebiasaan, pengetahuan, kenangan, citra diri.
  3. Memberi tuntunan, arahan, dan panduan kepada Anda.
Disinilah letak guru sejati Anda. Pikiran bawah sadar memiliki kekuatan dan kemampuan yang sangat dahsyat. It is your unlimited power, kata penulis buku terkenal Anthony Robbins.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s