Putuskan Benang Itu!

Ditulis oleh: Anne Ahira

Saudaraku,

“Seutas benang itu sesungguhnya hanya ada dalam pikiran Anda!”
Ada kisah nyata tentang seekor gajah.
Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya dengan seutas rantai sepanjang 4 meter.

Apa yang terjadi ketika rantai itu diganti dengan seutas benang?


Gajah itu tetap saja berkeliling & tidak berani melangkah keluar dari area lingkaran 4 meter tersebut!

Dari kisah ini, pelajaran apa yang  bisa kita ambil?

Maaf, saya tidak bermaksud menyamakan diri kita dengan seekor gajah.🙂

Namun bisa jadi, kita pun memiliki  ‘keterbelengguan’ dengan seutas tali  yang mengikat diri kita!

Kita tidak berani keluar dari zona yang dianggap nyaman. Meski sesungguhnya, kita bisa melakukan banyak hal hebat dari perkiraan kita!

Mari kita jujur pada diri sendiri, berapa banyak kesempatan yg sebenarnya
hadir, melintas di depan Saudaraku, namun Saudaraku tidak mempedulikannya?

Saudaraku mungkin menganggap peluang itu ‘terlalu tinggi’ untuk Saudaraku, dan merasa tidak pantas berada disana.

Atau mungkin Saudaraku malah merasa tidak mampu untuk melakukan hal itu padahal
sama sekali belum pernah mencobanya?

Kita semua tahu, segala hal yang menurut kita ‘begitu hebat’, seringkali tidak selalu seperti yang kita
bayangkan.

Atau hal yang kita anggap sulit, kadang sebenarnya sangat gampang!

Ada dua kunci dalam hal ini :

1. Saudaraku akan bisa jika Saudaraku berpikir bisa
2. Saudaraku akan gagal jika Saudaraku berpikir gagal
So, jangan menyalahkan siapapun jika kesuksesan belum menghampiri diri kita. Sebab, faktor utamanya terletak pada diri kita sendiri.
Oleh sebab itu, perhatikan dengan seksama, dan tanya pada diri sendiri, adakah seutas benang yang telah membelenggu diri kita selama ini?

Jika ya, maka segeralah untuk putuskan benang itu!

Cobalah bergerak maju dari lingkaran yang selama ini kita buat dan telah membelenggu diri kita sendiri!

Peluang itu sebenarnya selalu hadir kapan saja. Namun, karena kita selalu saja menutup mata, telinga, dan pikiran kita, maka peluang itu akan terlewat begitu saja!

Jika Saudaraku masih saja ragu untuk melangkah, cobalah untuk melatihnya sedikit demi sedikit. Dan jika Saudaraku sudah yakin, maka segeralah berlari cepat, keluar dari keterbelengguan Saudaraku!

Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi yang diuntungkan, jika bukan Saudaraku sendiri?🙂

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s