LIBUR RAMADAN, SEKOLAH TAK BOLEH BERLEBIHAN

JAKARTA – Hari ini, umat Islam sudah mulai menjalankan ibadah puasa. Sebagian besar sekolah diliburkan sementara. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memberikan wewenang penuh kepada pihak sekolah untuk menetapkan hari libur. Kemendiknas hanya berharap, libur di awal dan akhir Ramadan serta lebaran tidak berlebihan.

Wakil Mendiknas Fasli Jalan menjelaskan, penetapan hari libur sudah menjadi bagian dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). “Pihak sekolah punya wewenang penuh untuk menetapakan liburan Ramadan dan lebaran,” kata dia. Hanya saja, Fasli berpesan supaya penetapan hari liburan ini tidak mengganggu siswa dalam memperoleh materi pelajaran.

Menurut Fasli, selama ini Kemendiknas hanya mengatur jam pelajaran secara keseluruhan. Terkait pelaksanaan di lapangan, diserahkan penuh kepada Dinas Pendidikan setempat dan satuan pendidikan (sekolah).

Mengapa libur puasa tidak boleh terlalu banyak? Menurut Fasli, jika pihak sekolah terlalu banyak menetapkan hari libur, jumlah jam tatap muka belajar bakal berkurang. Akibatnya, di akhir semester, target pembelajaran tidak terkejar.

Fasli menjelaskan, selama ini banyak sekolah yang menerapkan pola liburan Ramadan dan lebaran berbeda. Misalnya, ada sekolah yang menerapkan libur awal Ramadan lebih pendek dibandingkan libur akhir Ramadan yang digandeng langsung dengan libur lebaran.

Selain mengimbau penerapan liburan sekolah yang tidak berlebihan, Fasli juga mengharapkan sekolah lebih aktif menggelar agenda keagamaan. Di antaranya, pesantren kilat dan pengajian-pengajian rutin. Dengan cara demikian, kelemahan jam pelajaran agama yang minim pada hari-hari di luar Ramadan, bisa diatasi. “Pesantren kilat itu perlu lebih dihidupkan dengan efektif,” katanya. Dengan cara ini, Fasli yakin visi penanaman pendidikan karakter untuk siswa selama Ramadan bisa lebih bagus.

Sumber JPNN.com, 01 Agustus 2011
http://pendis.kemenag.go.id/kerangka/madr.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s